Madrasah Aliyah, MA, Madrasah, Aliyah, Kejuruan, Madrasah Aliyah Kejuruan Di Indonesia, Jawa Barat, Purwakarta, biografi Dahlan Iskan

Dahlan Iskan lahir tanggal 17 Agustus 1951 di desa Tegal Arum, Kecamatan Bendo, Kabupaten Magetan, Jawa Timur. Mengenai tanggal 17 Agustus ternyata itu hanya ”karangan” Dahlan Iskan sendiri. Sebab orang tuanya sendiri lupa tanggal berapa sang tokoh dilahirkan. Tanggal tersebut dipilih supaya bertepatan dengan hari ulang tahun Republik Indonesia, sehingga gampang diingat.

Dahlan Iskan memang terlahir dari keluarga yang sangat kekurangan. Bahkan menurut catatan Satriadharma.com, kalau status miskin ada pangkatnya maka Dahlan Iskan ini lahir miskin dengan pangkat jenderal saking miskinnya.

Dalam kondisi serba miskinpun ternyata Dahlan Iskan tetap bersekolah. Setelah menyelesaikan SD, Dahlan Iskan kemudian melanjutkan ke Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA) yang berada di lingkungan Pesantren Sabilil Muttaqien, Kecamatan Takeran ujung timur Kabupaten Magetan (9 km dari Madiun). Dahlan Iskan memang dibesarkan di lingkungan pesantren.

Dikemudian hari setelah berhasil menjadi orang sukses, Dahlan Iskan mendirikan International Islamic School (IIS) di lingkungan Pesantren Sabilil Muttaqien, Takeran. Sejarah mencatat, memang tidak sedikit tokoh sukses negeri ini yang berlatar belakang pendidikan madrasah dan pesantren.

Setelah menyelesaikan Madrasah Aliyah, Dahlan Iskan selanjutnya “bertransmigrasi” ke Bumi Borneo. Mengikuti jejak kakak sulungnya, Siti Khosiyatun, yang mengajar di Madrasah Ibtidaiyah (MI) di Samarinda. Disana Dahlan Iskan sempat kuliah di Fakultas Tarbiyah IAIN Sunan Ampel cabang Samarinda, hanya sampai semester empat.

Dengan minat belajar yang masih menyala, Dahlan Iskan pun masuk Fakultas Hukum Universitas 17 Agustus (UNTAG) cabang Samarinda, namun kembali harus mengundurkan diri di tahun kedua. Catatan riwayat hidupnya menunjukan, bahwa DO itu bukan akhir segalanya.

Begitulah riwayat Dahlan Iskan. Dimulai dari siswa madrasah (pesantren), mahasiswa DO namun aktif dalam ikatan Pers Mahasiswa Indonesia (IPMI). Kemudian menjadi wartawan, CEO grup media (JPNN), gedung perkantoran (Graha Pena) dan telekomunikasi (FIC), ternyata sepak terjang Dahlan Iskan terus berlanjut. Tercatat akhir tahun 2009, Dahlan Iskan diangkat menjadi Direktur Utama salah satu BUMN terbesar di Indonesia, yaitu PLN. Sampai akhirnya pada tanggal 19 Oktober 2011, diangkat sebagai menteri BUMN pada reshuffle Kabinet Indonesia Bersatu II.

Saat ditunjuk sebagai Dirut PLN. Pria tamatan Madrasah Aliyah ini sempat bertanya pada Presiden Susilo Bambang Yudoyono. “Apakah Bapak (SBY) tak takut dikritik ? Tetapi presiden mengatakan, saya tahu Pak Dahlan bukan sarjana atau ahli listrik tetapi saya tahu manajemen dan leadership Pak Dahlan mampu mengatasi masalah PLN. Dan itu saya dapatkan dari pesantren,” ujar Dahlan Iskan, saat berdialog dengan presiden.

Pesantren kata dia, mengajarkan ilmu mantik, atau ilmu logika. Disana juga diajarkan Istiqomah yang sulitnya bukan main untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. “Sehingga, ketika seseorang bisa menerapkan istiqomah dalam jabatan manager maka itu mahal sekali dalam kepemimpinan sekarang, dan yang akan datang,” sambungnya.

Sejak dipimpin Dahlan Iskan, PLN berkembang dengan pesat. Mulai dari tiadanya masalah byar pet, sampai kemudahan dalam mendapatkan aliran listrik. Dalam berbagai forum, perhatian audience umumnya selalu pada rahasia kepemimpinan Dahlan Iskan dalam transformasi PLN. Mereka penasaran, bagaimana Dahlan Iskan yang hanya lulusan Madrasah Aliyah, bisa menjadi CEO Jawa Pos Group, dan sukses memimpin PLN.

Berkali-kali, Dahlan Iskan dengan bangga menjelaskan bahwa PLN sejatinya sebuah perusahaan hebat dengan sumber daya manusia yang baik. Pola rekruitmennya bagus, kompetensi karyawannya juga mumpuni. PLN hanya butuh “seorang bodoh” untuk menggerakan organisasinya saja.

Nasib orang bodoh itu jadi pimpinan. Nasib orang pintar jadi karyawan,”jawab Dahlan Iskan sembari tertawa.

Foto :

Dokumen Okezone

Referensi :

PantonaShare.com

news.okezone.com

@intartojoko